Yuk, Kenali Penyebab Demam Berdarah dan Hindari!

Peningkatan kasus demam berdarah pada beberapa tahun terakhir membuat kesadaran masyarakat akan bahaya dari serangan penyakit tersebut turut meningkat drastis. Untuk dapat bersiaga, penting rasanya untuk mengetahui serta memahami penyebab demam berdarah agar dapat menyiapkan langkah antisipasi yang tepat.

Pada artikel kali ini, akan dibahas secara mendetail tentang penyebab dari demam berdarah tersebut.

Demam Berdarah Disebabkan Oleh Virus

Sebagian masyarakat awam hanya memahami bahwa gigitan nyamuk tertentu merupakan penyebab dari demam berdarah. Pengertian tersebut tidak sepenuhnya salah, namun kurang tepat.

Sedikit sekali yang mengetahui bahwa sebab utama dari demam berdarah adalah virus yang mana dikenal sebagai virus dengue. Virus tersebutlah yang kemudian melatari sebutan demam berdarah dengue, bukan berarti demam berdarah memiliki berbagai jenis yang berbeda.

Simak: hal yang perlu diketahui seputar Demam Berdarah

Peran Nyamuk Dalam Penyebaran Demam Berdarah

Berarti tidak benar bahwa nyamuk merupakan penyebab demam berdarah? Tidak juga. Karena nyamuk itulah yang memiliki peran penting, yakni sebagai perantara.

Nyamuk ini jadi perantara sehingga virus tersebut dapat masuk ke dalam jaringan pembuluh darah manusia sehingga melemahkan daya tahan tubuh individu bersangkutan.

nyamuk penyebab demam berdarah

Simak juga: berbagai gejala demam berdarah

Ada dua spesies nyamuk yang dapat menularkan virus dengue tersebut, yakni :

1. Aedes Aegypti

Menyebut nama nyamuk yang satu ini pasti terasa tidak asing di telinga. Sebab, nyamuk ini memang tokoh utama penyebar virus dengue hingga menghasilkan wabah demam berdarah.

Ciri-ciri fisik yang khas dari nyamuk ini adalah ukuran tubuhnya yang sedang berwarna hitam kecoklatan, kemudian terdapat sisik putih di hampir sekujur tubuh serta garis melengkung di bagian kiri dan kanannya.

2. Aedes Albopictus

Nyamuk yang satu ini masih satu keluarga dengan Aedes Aegypti. Disebut juga Nyamuk Harimau karena habitat aslinya berada di area hutan tropis. Namun dengan semakin berkurangnya habitat untuk hidup akibat penebangan liar, nyamuk ini kemudian turut menyebar hingga ke pemukiman-pemukiman penduduk sebagaimana spesies pendahulunya.

Fisiknya sekilas mirip Aegypti, hanya saja Albopictus memiliki ciri garis melingkar putih di bagian kepalanya.

Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus merupakan dua spesies nyamuk penyebab demam berdarah yang perlu diwaspadai berkat keganasan mereka. Perlu juga diketahui bahwa hanya spesies betina yang dapat menularkan virus dengue karena mereka memerlukan darah manusia sebagai asupan untuk dapat berkembang biak.

Selengkapnya simak di artikel ciri nyamuk demam berdarah

Apakah Manusia Dapat Menjadi Penular Demam Berdarah?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak. Dalam masyarakat, terdapat anggapan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan demam berdarah adalah berdekatan, berinteraksi, terutama berkontak fisik dengan pasien yang telah terserang oleh virus dengue.

Sebab itulah dapat muncul sebuah wabah demam berdarah pada suatu lingkungan yang mana salah seorang warganya telah terinfeksi.

Padahal, analisa tersebut sama sekali tidak berdasar. Berinteraksi bahkan bersentuhan dengan pasien demam berdarah tidak akan membuat pihak kedua lantas tertular. Sebab, meski demam berdarah disebabkan oleh virus, namun sifat dari dengue itu sendiri berbeda dengan virus pada umumnya yang mudah menular hanya melalui udara.

Virus dengue tersimpan dalam tubuh nyamuk vektor (perantara penyakit) di mana kemudian hanya dapat dikeluarkan melalui injeksi dari spesies terkait pada tubuh manusia, tepatnya langsung pada sistem pembuluh darah.

Baca: cara pencegahan demam berdarah

Virus dengue akan terkunci dalam jaringan pembuluh darah tersebut yang kemudian menyerang serta melemahkan daya tahan tubuh penderita.

Jadi, satu-satunya cara untuk manusia dapat menjadi penyebab dari penyebaran virus dengue adalah melalui transfusi darah antara pasien dengan seseorang yang sehat. Namun hal tersebut hampir mustahil terjadi karena seorang pendonor harus dinyatakan sehat total sebelum melakukan tindakan transfusi.

Sehingga dapat dipastikan bahwa manusia tidak dapat menyebarkan virus dengue dan mengakibatkan terjadinya wabah demam berdarah. Sebab itu, tidak ada alasan untuk menghindari kontak atau bahkan menjauhkan diri dari pasien demam berdarah. Justru bila orang terdekat terserang oleh virus dengue tersebut, dukungan moril merupakan salah satu faktor yang dapat membantu penyembuhan dari pasien.

Pola Penyebaran Virus Dengue Penyebab Wabah

Hal lebih lanjut yang perlu diketahui dari penyebab demam berdarah adalah pola penyebaran virus dengue hingga dapat menyebabkan sebuah wabah. Sebagaimana telah sedikit disinggung di atas, vektor tunggal dari virus dengue adalah gigitan langsung dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus kepada individu bersangkutan dan tidak terjadi penularan antar manusia melalui udara.

Lalu, bagaimana virus dengue dapat mewabah atau memakan banyak korban?

Jawabannya adalah pola hidup dan perkembangbiakan dari sang vektor atau penyebab utama dari penyebaran virus dengue tersebut. Dalam hal ini, kedua spesies Nyamuk Aedes.

Mereka hidup di tempat-tempat yang gelap dan terdapat genangan air yang mempercepat proses perkembangbiakan spesies mereka. Semakin banyaknya populasi vektor, maka hal tersebut berbanding lurus dengan banyaknya jumlah pasien yang dapat terjangkit demam berdarah hingga kemudian menjadi wabah.

Simak: minuman untuk mengatasi Demam Berdarah

Faktor Eksternal Penyebab Penyakit Demam Berdarah

Meskipun gigitan Nyamuk Aedes merupakan vektor utama, namun ada beberapa faktor eksternal yang sejatinya mendukung atau memudahkan proses serangan serta penyebaran dari penyakit demam berdarah tersebut.

Dan faktor-faktor tersebut antara lain :

1. Daerah tinggal merupakan kawasan tropis.

Mempertimbangkan bahwa Aedes Aegypti dan Albopictus merupakan fauna daerah tropis, maka kemungkinan bagi penduduk di area berkarakteristik demikian terjangkit demam berdarah menjadi lebih tinggi. Termasuk di dalamnya adalah Indonesia.

2. Perubahan cuaca yang tidak menentu, cenderung ekstrem.

Faktor eksternal lain yang menyebabkan demam berdarah adalah suhu udara yang tidak stabil. Cuaca semacam itu sangat disenangi oleh sang vektor dengue sehingga mempercepat dalam proses penyerangan virus.

Hal ini juga berlaku bagi seseorang yang senang bepergian antar daerah atau negara dengan perbedaan suhu yang drastis. Terutama bagi wisatawan yang tempat tujuannya berada di daerah tropis. Perbedaan suhu dalam tempo yang relatif singkat saja sudah melemahkan imun, di mana dapat dimanfaatkan oleh virus dengue.

3.  Lingkungan sekitar tempat tinggal kumuh.

Faktor eksternal selanjutnya yang dapat menjadi penyebab terjangkitnya demam berdarah adalah kondisi lingkungan tempat tinggal yang kumuh. Pada tempat-tempat seperti ini, tingkat perkembangbiakan Nyamuk Aedes lebih tinggi dan cepat sehingga risiko terserang dengue pun turut meningkat. Sebab itu, kebersihan lingkungan patut untuk dijaga.

4. Kondisi fisik dan usia.

Terakhir, faktor eksternal penyebab penyebaran demam berdarah adalah kondisi fisik dan usia dari individu bersangkutan. Seseorang yang sebelumnya telah terserang penyakit lain dan membuat imunitas tubuh menurun memiliki prosentase lebih tinggi dalam terjangkit. Sedangkan usia-usia yang rentan pada demam berdarah adalah anak-anak dan lansia di mana daya tahan tubuh atau imunitas mereka tidak terlalu sempurna.

Baca: makanan untuk mempercepat kesembuhan DBD

Uraian tentang penyebab demam berdarah di atas hendaknya dapat digunakan sebagai acuan untuk pencegahan atau antisipasi agar tidak sampai terserang virus demam berdarah dengue serta langkah penanganan yang tepat bila terlanjur terinfeksi agar tidak menimbulkan akibat yang fatal terlebih hingga menimbulkan wabah.

Artikel lainnya:

Leave a Comment